(HEAT INJURY / HEAT STROKE)
Oleh: dr. Rusbandi Sarpini, SpKO


Cedera ini dapat terjadi mulai dari derajat ringan sampai berat (heat stroke). Heat stroke merupakan cedera panas yang memerlukan tindakan atau pengobatan segera (emergency case), yang bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kematian.


PATOFISIOLOGI CEDERA KARENA SENGATAN PANAS

Mekanisme meningkatnya suhu tubuh.

Tubuh manusia dapat diumpamakan seperti mesin mobil. Agar timbul energi harus terjadi pembakaran sumber energi didalam tubuh. Pada mesin mobil yang dibakar adalah campuran bahan bakar minyak (sebagai sumber energi) dan oksigen, maka dalam tubuh manusia sebagai sumber energi adalah glikogen yang didapat dari makanan (karbohidrat) dan disimpan di otot-otot dan hati, dibakar bersama-sama dengan oksigen (O2). Seperti juga mesin mobil, pembakaran ini akan menghasilkan panas. Sewaktu melakukan olahraga sumber energi yang dibakar lebih banyak dan lebih cepat, sehingga suhu tubuh meningkat. Makin berat olahraga yang dilakukan, makin tinggi suhu tubuh. Suhu tubuh yang meningkat ini akan diatur oleh pusat pengatur suhu tubuh yang terdapat di otak untuk mencegah agar tidak terlalu tinggi. Selain itu panas yang dihasilkan dari pembakaran dapat dikeluarkan melalui beberapa cara, antara lain dengan cara radiasi, konveksi dan evaporasi.

a. Radiasi : yaitu pengeluaran panas dari tubuh melalui pembuluh darah kulit yang melebar akibat peningkatan suhu. Oleh karena itu tampak kulit berwarna kemerahan. Bila melakukan olahraga lebih berat, darah dialirkan ke otot-otot lebih banyak, sehingga pengeluaran panas melalui kulit berkurang atau tidak efektif.

b. Konveksi : yaitu pengeluaran panas melalui kulit akibat perbedaan suhu antara tubuh dengan udara sekitar. Tetapi bila suhu udara sekitar hampir sama dengan suhu tubuh, mekanisme pengeluaran panas dengan cara ini juga kurang efisien.

c. Evaporasi : adalah pengeluaran panas dengan cara pendinginan tubuh melalui pengeluaran keringat. Dengan keluarnya keringat, suhu kulit akan turun. Makin panas cuaca saat itu, makin banyak keringat yang keluar. Jadi mekanisme pengeluaran panas ini sangat baik bila melakukan olahraga pada cuaca panas, asalkan pengeluaran cairan keringat ini secara teratur diganti, dengan cara minum air setiap 15 menit.

BEBERAPA CEDERA AKIBAT SENGATAN PANAS

Beberapa macam cedera akibat sengatan panas dijelaskan disini dari yang paling ringan sampai yang terberat.

a. Bercak-bercak merah (heat rash).
Bercak merah kecil-kecil pada kulit yang perih bila kena panas atau disentuh. Hal ini terjadi akibat sumbatan pada kelenjar keringat.

b. Kejang otot karena panas (heat cramp)
Kejang atau keram otot terjadi pada otot-otot yang melakukan aktifitas paling banyak. Pada pelari sering terjadi pada otot betis. Penyebab keram otot ini kemungkinan ada hubungannya dengan gangguan keseimbangan elektrolit serta cairan tubuh. Keram otot ini menyebabkan otot terasa nyeri, sehingga penderita tidak mampu melanjutkan kegiatan.

c. Kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Sewaktu melakukan olahraga pada cuaca panas, cairan tubuh dapat keluar melalui udara pernapasan serta keringat sebanyak ± 1 – 2 liter. Jika cairan tubuh yang keluar ini tidak diganti dengan cara minum air yang cukup, dapat terjadi dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi yang berat dapat menyebabkan gangguan sirkulasi/peredaran darah dan gagal ginjal.
Gejala-gejalanya antara lain mual, muntah, keringat banyak, lemah, pusing serta tidak ada koordinasi dari otot-otot. Mulai timbul gejala bicara ngaco’/tidak keruan.

d. Stroke karena panas (heat stroke).
Pada heat stroke terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit yang berat. Selain itu juga terjadi kerusakan jaringan tubuh serta gangguan enzim-enzim pengatur fungsi organ tubuh termasuk otak, sehingga penderita tampak gelisah, bicara ngaco’, suhu tubuh tinggi (41 – 42o C). Dapat disertai dengan kesadaran menurun, kejang serta kulit kering.

PENCEGAHAN SENGATAN PANAS


Mencegah terjadinya cedera akibat sengatan panas sangat penting agar tidak terjadi komplikasi yang membahayakan jiwa. Pencegahan disini antara lain:

a. Jangan melakukan aktifitas fisik yang berat bila badan tidak sehat, meskipun hanya influensa.

b. Perlu melakukan adaptasi atau membiasakan melakukan latihan-latihan pada cuaca panas secara bertahap.

c. Makan banyak karbohidrat 7 hari menjelang perlombaan. Jangan makan besar 1 – 2 jam menjelang perlombaan.

d. Tidur teratur serta istirahat cukup.

e. Satu jam menjelang perlombaan dimulai minum air cukup (± 1-2 gelas), kemudian minum lagi 10 – 15 menit sebelum start serta kosongkan kandung kencing. Sewaktu perlombaan berjalan, minum air dingin setiap 15 menit walaupun belum merasa haus.

f. Lakukan pemanasan dan peregangan 30 menit sebelum perlombaan.

g. Pakai pakaian yang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu tebal serta dari bahan yang menyerap keringat, sehingga sirkulasi darah, gerakan tubuh serta pengeluaran panas tidak terganggu.

h. Jangan berhenti berlari secara tiba-tiba sewaktu sampai di finish. Tetap bergerak atau jalan, lakukan lagi peregangan dan kemudian minum air yang cukup untuk mengembalikan cairan yang hilang. Jangan minum air yang masih panas, karena akan menambah banyaknya keringat yang keluar. Boleh ditambahkan es dan jangan terlalu manis.

PENATALAKSANAAN CEDERA KARENA SENGATAN PANAS

Bila menjumpai penderita cedera karena panas, segera ambil tindakan antara lain:

  1. Bawa penderita ketempat sejuk
  2. Buka atau longgarkan pakaiannya
  3. Beri minum air dingin
  4. Kompres tubuhnya dengan air dingin atau es sambil dikipasi untuk mempercepat pengeluaran panas. Pada heat stroke penderita dapat direndam dalam air dingin.
  5. Pada penderita yang tidak sadar, cairan diberikan melalui infus.
  6. Bila ada kejang dan pasien gelisah dapat diberikan obat anti kejang.

Penderita dengan dehidrasi berat harus dirawat di rumah sakit dalam ruang ICU.

Tentang Penulis : dr. Rusbandi Sarpini, SpKO
(Great Performers on National Scale)

Sumber : Rumah Sakit Marinir Cilandak

Tagged with:

Filed under: Kesehatan

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!